We are strangers



It's 2017 already...


Beberapa bulan belakangan ini banyak hal yang terjadi dikehidupanku. Pertama aku sudah menyelesaikan kuliahku tahun kemarin dan tidak lama aku dimutasikan kembali ke Aceh, thanks to babe, my boss yang memuluskan jalan mutasiku hingga hestek optimis mutasi sejak 2014 itu berakhir. Setelah itu kehidupanku berjalan seperti biasa, ke kantor, terkadang ngumpul dengan teman dan keluarga dan sebagainya. Tapi sejak HLN 2016 kemarin, aku menemukan teman yang asik untuk hang out setelah sumpek dengan berbagai rutinitas kantor dan pak bos yang sering bikin jengkel. Ngumpul dengan mereka seperti oasis di padang pasir. Terkadang hanya ngopi-ngopi, makan mie kepiting, piknik yang nggak penting atau sekedar melarikan diri ke Banda Aceh. Ah, berkumpul dengan mereka seperti candu, tapi keasyikan itu berakhir akibat ulah orang-orang usil yang kurang piknik dan aku melewati malam-malam gengges dengan membaca (yah, walau aku juga sering membaca pas ngumpul), aku membaca semua dark stories yang membuatku gloomy tapi bahagia (apalah ini), mengingat obrolan random kami yang nggak penting, mengingat jokes yang garing, mengingat saat kami saling melontarkan ejeken atau salah satu dari kami yang mengalami mood swing dan mengingat hal-hal receh lainnya yang ternyata sialnya ngangenin, hahaha (dan mataku pun mulai kelilipan). Menurutku nggak ada yang salah dengan kami tapi mengapa sekarang kami seperti orang asing dan kekecewaanku kepada teman yang mungkin karena emosi atau apalah tapi kata-katanya cukup menggores hatiku (dasarnya dia emang tegaan sih).


Ah, aku berharap semua akan baik-baik saja dan aku rindu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moisture White Shiso™ BB Serum Inside Review

[TUTORIAL] CARA MEMBUAT HEADER BLOG TANPA PHOTOSHOP

Cara membuat quote atau meme dengan Pixteller