Hongkong, Shenzhen, Macau in 9 Days - 1


Hai-hai...
Pada postingan kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang perjalanan saya minggu lalu. Maafkan kalau bahasa yang saya gunakan agak tidak nyaman karena saya bukan blogger traveler yang tulisannya ajib-ajib, hihihi.

Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi Hongkong, Shenzhen dan Macau. Sekembalinya saya dari sana, teman-teman saya banyak yang menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan  perjalanan saya yang akhirnya saya berinisiatif untuk sharing dlam bentuk tulisan (kenapa dari dulu nggak terpikir nulis pas mudik ke korea dulu ya? #dikeplak).

Sebenarnya perjalanan saya kesana tanpa persiapan yang banyak. Karena saya dan Kak Ria, travelmate saya, memutuskan untuk mengubah destinasi liburan yang sebeumnya direncanakan ketempat lain. Berbekal tekat yang kuat, gugling seadanya dan mengucapkan basmallah akhirnya perjalanan kami dimulai


DAY 1

* Medan - KL - Hongkong

Kami berangkat dari Bandara Kuala Namu Medan sekitar pukul setengah sembilan. Penerbangan kami via KL, setelah transit hampir 4 jam akhirnya kami terbang ke Hongkong. Penerbangan ditempuh selama 4 jam. Sepanjang perjalanan saya komat kamit karena saya selalu deg degan kalau naik pesawat. Mana take off nya tidak terlalu mulus. 


Kami tiba di hongkong sekitar pukul 5 sore, setelah melalui imigrasi dan ngaso di Airport (numpang wifi buat update, hahaha) kami membeli kartu octupus karena dari beberapa sumber yang kami baca kartu ini dapat digunakan untuk seluruh transportasi di hongkong, kartu itu kami beli seharga HK$150 dengan deposit HK$50.

Kami menginap di Yiu Fai Guest House, kowloon. Guest ini didalam gedung Golden Crown Court. Guest House ini bersih walau tidak luas (katanya tanah di Hongkong mahal ya?) dan wifinya kencang. Letaknya juga strategis. Dekat MRT exit B dan bersebrangan dengan Mesjid Kowloon (nggak terlalu jauh dengan Chungkin Mansion juga). Saya booked guest house ini via hostelworld. Dari Airport ke Guest House kami naik MTR dari Airport lanjut dengan bus (alhamdulillah gratis). Turun di Hotel yang saya lupa namanya (kami naik bus K2) langsung ngikutin jalan dan ternyata chungkin mansion itu memang terkenal ya. Kak Ria mencoba bertanya letak guest house kami dan si bapak nggak terlalu tau, tapi chungkin mansion tau. Kami iyain aja deh. Bapak itupun mencoba menjelaskan arah ke Chungkin Mansion. Akhirnya setelah melewati chungkin mansion dan terus berjalan sambil nengok kanan kiri buat baca nama tempat, nemu juga gedung Golden Crown Court yang letaknya di seberang kami. Tulisannya itu agak ketutupan,  alhamdulillah pencarian penginapan kali ini nggak sesusah nyari penginapan di Singapura yang sudah mondar mandir berjam-jam, penginapannya nggak ketemu. Karena udah malam jadi kami langsung istirahat.

DAY 2

* Peak Tram - Madame Tussaud - Sky Terrance - Victoria Park

The Journey is Begiinnnn,,,

Sebelumnya kak Ria sudah membeli tiket Madame Tussaud secara online dan kami harus masuk kesana sebelum pukul 11 (maklum tiket discount). Kami berangkat dari penginapan pukul 9 lewat dikit eh rupanya kami salah naik MTR jadi kami mutar lagi deh, mana kesananya lumayan lama lagi. Setelah exit dari MTR Station, ternyata perjalanan ke madame tussaud masih jauh dan jam sudah menunjukkan pukul 10 lewat. Jadi kami buru-buru jalan kaki dan rasanya jauuh syekallee. Sampai disana antriannya udah panjang dan lagi-lagi kami salah antri (kami antri di bagian tiket combo, pede aja ngantri disitu, hahaha) duuhh, deg deg an banget. Ternyata buat menuju Madame Tussaud itu pake tram atau kereta kabel yang nantinya berhenti di peak tower. Jadi kami beli lagi tiket untuk Tram dan Sky Terrance. Dan waktupun semakin mepet.

Setelah ngantri akhirnya Trampun berangkat dan viewnya memang bagus. Setelah sampai di peak tower kamipun buru-buru ke madame tussaud (telat 3 menit) dan si mbak pun bilang yang kira-kira kayak gini, "sebenarnya kalian nggak boleh masuk lagi karena udah lewat dari jadwal. Tapi ini pengecualian deh." Ahh, lega banget rasanya, dari awal kami udah pasang muka melas aja eh tapi ada yang nyeletuk (kayaknya supervisor disitu deh),"kali ini dimaafkan, lain kali tidak ada alasan." Iya deh om, lain kali nggak ada alasan, lha kami pergi kesini cuma hari ini. Dengan semangat kamipun masuk dan saya gak sabar buat ketemu suami saya, Kim So Hyun.

Dan betapa hancurnya hati ini ketika tau, kalo suami saya belum ada disana dan masih Coming Soon. Duuuuhh, padahal kesini tu cuma mau liat dia, mau salim sama abang. Huhuhu. Untunglah koleksinya berbeda dengan Madame tussaud Bangkok.


Puas foto-foto dan selfi dengan keluarga kami (dilarang muntah) kami pun menuju ke Sky Terrace untuk melihat pemandangan kota Hongkong. We are at the highest of Hongkong, yeay!!! 
Setelah puas mandang sana sini, foto-foto selfi ngga jelas dengan tongsis yang ngalahin galah akhirnya kami memutuskan menuju destinasi selanjutnya. Sebelum ke Hongkong saya sempat membaca tentang dimsum halal hongkong yang katanya enak banget di Islamic Centre. Jadi kami memutuskan kesana sekalian makan siang rapelan dan semoga nggak nyasar karena kami hanya berbekal screenshoot yang kemarin saya capture.


Dan ternyata kami nyasar (sudah diduga, hahaha)
Kami pulang dari Peak Tower menggunakan bus tingkat yang membuat saya agak susah ngikutin rute dari capturan saya. Kami mutar-mutar nyari exit A buat ke times square dan setelah nemu times square kami harus jalan lagi agak jauh ,jam pun sudah menunjukkan jam 3 sore yang artinya dimsum sudah tidak dijual lagi. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di food centre Bowrington Market. Disana ada tempat makan halal yatitu Wai Kee (ini saya nemu gak sengaja di gugel pas saya nyari-nyari alamat Islamic Centre). Tapi kami nggak terlalu bersemangat makan disana karena agak ilfeel dengan tempatnya yang berantakan dan nggak terlalu bersih, untungnya food centre tersebut ada wifi gratis.


 

Setelah makan kami mutusin buat ke Victoria Park. Sebelum nyampe ke victoria park, suasananya sudah seperti di Indonesia. kami banyak menemukan mbak-mbak yang berbahasa jawa, penjual cemilan indonesia dan Warung Chandra. Duuuhh, tau gitu kami makan di warung itu saja. Ternyata di Victoria Park sedang ada festival bunga. Untuk masuknya kami menggunakan kartu octupus dan ternyata mba-mba dari Indonesia lebih banyak (rata-rata hijabers). Di Victoria park juga banyak TKI yang ngumpul-ngumpul. Mereka bikin acara sendiri-sendiri. kayak rebana, biola, dan lainnya. Sepertinya Victoria Park semacam basecamp mereka ketika libur.

Sepulang dari Victoria Park kami makan bakso dan soto yang dijual oleh orang Indonesia dan rasanya nikmaaattt banget (lupakan makan siang nggak jelas). Di warung tersebut kami juga berkenalan dengan Mba TKI yang sudah 10 tahun bekerja di Hongkong. Ini tahun terakhir simbak di Hongkong, tahun depan dia memutuskan untuk pulang. Kangen keluarga katanya. Selama kerja di hongkong dia hanya pulang dua kali. Ah, mbak saya jadi malu. Saya yang kerja nggak terlalu jauh dari kampung halaman rasanya pengen sepat-cepat dimutasiin.


DAY 3



Waktunya untuk bermain.....







DAY 4 - Shoping timeeeeee

Hari ini kami khususkan untuk belanja, tapi sebelumnya kami mampir dulu di Islamic Centre buat makan dimsum. Alhamdulillah perjalanan kali ini tanpa nyasar, karena islamic centre melewati Bowrington Market jadi kami tidak terlalu susah mencari Islamic Centre (pengalaman nyasar kemarin ada manfaatnya juga). Terima kasih kepada travelawan untuk rutenya yang lebih mudah diikuti *bow*. Setelah puas makan dimsum sampe kenyang, kami memutuskan ke Ladies market (MTR Mong kok Station Exit E2). Sesampai disana hujan menyambut kami, dengan berbekal payung kami siap menjelajahi Ladies Market.




Ternyata penjelajahan kami tidak berlangsung lama, menjelang siang kami kembali ke guest house sambil memutuskan akan kemana kami selanjutnya. Yah, nggak mungkin aja kami bawa tentengan belanjaan sambil jalan-jalan. Di guesthouse kami mencari-cari tempat lain yang memungkinkan kami untuk berbelanja dan kak Ria menemukan Cheung Sha Wan Road. Kami pun memutuskan pergi kesana (MTR Shum Shui Po Station Exit C1) dan ternyata tempat tersebut merupakan tempat belanja yang asyik. Disana bermacaam pakaian dapat kita temukan, tempat grosir, butik, aksesoris dan lainnya. kami dengan semangat menjelajah seluruh toko dan tak terasa kami menghabiskan waktu sampai jam 7 malam dan kami pun menuju destinasi kami terakhir, menikmati A symphony of Lights.


Akhirnya perjalanan kami di Hongkong berakhir dan kami bersiap-siap untuk destinasi selanjutnya.

Shenzhen we're cominggggg....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moisture White Shiso™ BB Serum Inside Review

[TUTORIAL] CARA MEMBUAT HEADER BLOG TANPA PHOTOSHOP

Cara membuat quote atau meme dengan Pixteller