Makna Sakit

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara 
(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 
(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 
(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 
(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”
(HR. Al Hakim)

Sehat merupakan harapan setiap orang. Selalu sehat mungkin menjadi doa yang disadari atau tidak yang selalu diucapkan karena sehat adalah modal dasar seseorang melakukan aktivitas. Terkadang menjaga kesehatan adalah hal yang seringkali diabaikan sampai akhirnya sakit menghampiri dan semua urusan terbengkalai. Begitu indahnya nikmat sehat.

Sakit walau sering banyak dihindari tapi memiliki hikmah yang sangat banyak. Sakit yang diberikan oleh Allah adalah suatu ujian layaknya ujian kenaikan kelas. Sakit adalah sebuah proses yang harus dilalui dan jika jeli ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil. Pertanyaannya adalah Mengapa Allah memberikan rasa sakit?
Allah menguji hambanya melalui berbagai cara. Menguji hambaNya ketika senang dan juga melihat hambaNya ketika Sakit. Seringkali kita lupa bahwa sakit yang diderita merupakan sebuah kasih sayang oleh Allah, kita di Uji karena Allah sayang kita. Seringkali kita mengeluh bahwa sakit yang kita derita adalah yang terberat atau mengeluh karena sakit, pekerjaan kita tak terselesaikan, kita seperti mengkambinghitamkan sakit. 
Saya memiliki beberapa orang teman yang diuji oleh Allah melalu sakit, seorang teman saya menderita lupus dan teman saya yang lain berjuang melawan penyakit kankernya yang sudah stadium 4. Saya kagum dengan semangat mereka untuk sembuh. Teman saya yang sedang diuji oleh Allah melalui kanker ini tetap menjalani hidupnya seperti biasa, tidak ada yang berubah darinya hanya tubuhnya yang mengurus, efek dari kemoterapi yang dijalaninya. dari cerita teman saya yang melihat proses penyembuhannya, teman saya ini tidak sekalipun mengeluh tentang penyakitnya, padahal saat-saat itu mungkin salah satu saat terberat dari hidupnya. ketika saya tau teman saya menderita kanker, saya sangat syok. Bagaimana tidak, teman saya sangat sehat, aktif dan tidak ada tanda kalau dia akan mengalami ini semua. Sejak saat itu saya sering memantau dan bertanya keadaan teman saya itu, tidak sadar saya sering stalker ke akun socmed dia hanya untuk melihat bagaimana dia menjalani hidup dan saya sangat merasa malu kepada diri saya sendiri karena dia merasa baik-baik saja, tidak ada satupun status, twiter dan apapun itu yang menyiratkan keluhan tentang penyakitnya. Semua sakitnya dianalogikan dengan hal-hal yang dia senangi. Allah tidak pernah salah menilai hambaNya. Semoga kesembuhan diberikan Allah untuk teman-teman saya, Allah yang memberikan sakit dan Allah pula yang memberi kesembuhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi." (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya." (HR. Muslim)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moisture White Shiso™ BB Serum Inside Review

[TUTORIAL] CARA MEMBUAT HEADER BLOG TANPA PHOTOSHOP

Cara membuat quote atau meme dengan Pixteller