Move on

"Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta."
--Tere Liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"


Huft.. agak sedikit bernafas lega karena aku memutuskan berhenti menyukainya, berhenti berharap dan berhenti dari dunia persilatan yang berkaitan dengan perasaan. Nggak mudah memang, disaat aku mulai membuka hati untuk yang lain, disaat itu juga aku memutuskan mundur sebelum perasaan ku yang sering labil ini terus berkembang dan sulit untuk dihentikan, setidaknya aku tau rasa suka itu gimana. Sebenarnya aku takut kecewa dengan perasaan ku sendiri yang terlalu mengistimewakan dia dihati, jadi perlahan-lahan aku mengesampingkan dia, menyingkarkannya dan jika aku tidak terlalu memikirkannya cukup mudah untuk membuang semua virus merah jambu itu. Tapi, kenyataan tak seindah  hayalan.. kegalauan sering menimpa *uhuk.. ya, walau masih sebatas seru-seruan tapi aku juga nggak mau keliatan lebay gara-gara seseorang yang bukan siapa-siapa. Jadi.. cukup sudah semuanya..nggak boleh menye-menye lagi, sekarang waktunya move on and say no to galau.. yihaaaaa... *mudah-mudahan nggak hanya teori, tapi bisa dipraktekin, dan yang paling penting ngapain mikirin orang yang nggak mikirin kita sama sekali, kayak nggak ada kerjaan lain. Alhamdulillah, aku diberi kesadaran sebelum terlambat. Intinya, suka sama seseorang itu nggak dilarang tapi jangan berlebihan karena semua yang berlebihan itu nggak baik. Siapkan payung sebelum hujan, siapkan hati dan mental sebelum jatuh cinta dan jangan lupa obatnya jika hati akhirnya terluka. Apapun yang terjadi life must go on, cinta itu ada dimana-mana, jika cinta yang saat ini membuat hidup nggak menentu jangan ragu untuk mencari cinta yang baru. Hidup ini penuh dengan seleksi alam, siapa yang kuat dia yang akan bertahan. Merdeka! salam Move on..

*omongan nggak penting.. _,_)" ngemagnum ah....


“Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu"
--Tere Liye, novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah'.




image by google

Komentar

  1. Suka banget :
    "Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta."

    Salam kenal kak :D

    BalasHapus
  2. knp yaa,, aq agak sensitif ama kata2... " Move On "... (_ _")

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moisture White Shiso™ BB Serum Inside Review

[TUTORIAL] CARA MEMBUAT HEADER BLOG TANPA PHOTOSHOP

Cara membuat quote atau meme dengan Pixteller