kangen itu - - - -> Ayah

Tiba-tiba saja saya ingat ayah, bukan selama ini saya nggak pernah ingat ayah, hanya  hari ini rasa itu lebih dalam semacam, ah pokoknya saya kangen ayah. Sebenarnya minggu lalu saya baru pulang dari kota kelahiran saya untuk merayakan Idul Adha bersama Ayah-Mamak dan keluarga, tapi sepertinya kangen ini tak bisa kompromi. Saya kangen petuah dan nasehat ayah memandang dunia dan menjalani hidup, saya kangen candaan dan kekehan lepasnya, saya kangen usapan tangan kasarnya yang terasa lembut di kepala saya, saya kangen dengan sifat sabarnya mengayomi keluarga, saya kangen melihat ayah tersenyum dan menggoda mamak saat mendengar kecerewetan mamak dan hal-hal lain dari ayah yang membuat saya kangen, sangat kangen.

Ayah jarang ngesms saya di hari kerja, takut ngeganggu katanya dan jadilah minggu saya ngedate dengan ayah walau hanya dengan telepon, tapi terkadang ayah nyempil berbicara jika mamak menelepon saya yang memang sangat rajin menelepon saya dan bagi ayah, saya tetap putri kecilnya yang  masih harus selalu diingatkan ini dan itu, walau terkadang agak menyebalkan tapi saya tau itu karena ayah sangat mencintai saya *ehm

Ayah, bagi saya sosok yang sangat luar biasa, ayah tidak pernah memaksakan keinginannya tapi membiarkan kami, gadis-gadisnya membuat pilihan sendiri dan tentu saja dapat dipertanggung jawabkan, ayah sangat demokratis dan flexible, dan ayah tidak pernah mengeluh, ayah jarang marah dan diam menjadi pilihannya. Didepan kami, ayah selalu menampilkan sisi bahagianya walau dia dalam kesulitan sekalipun, terkadang saya sendiri tidak tau kapan ayah merasa sedih, karena ayah selalu tersenyum bahkan saat ayah berkali-kali diuji Allah, ayah tetap tersenyum dan yakin semua pasti ada jalan keluarnya, ayah tidak gagah, ayah berpostur kecil tapi dibalik itu jiwanya sangat besar dan sangat sabar, cita-citaku ingin menjadi guru juga karena ayah, ayah adalah guru yang baik, begitu penilaian saya ketika melihat anak-anak didiknya yang sangat banyak dan tidak pernah melupakan ayah, bahkan ada yang menjadi guru saya dan sesekali menanyakan kabar ayah. Ah, tak habis kata-kata saya untuk bercerita tentang ayah, ayah dengan caranya sendiri mencintai dan menyayangi  anak-anaknya, ayah tersenyum dan mengecup kening saya jika saya dalam situasi berhasil dan tidak berhasil, bagi saya itu sudah cukup. Saya akan membahagiakan ayah dengan cara apapun walau itu belum bisa menggantikan setiap tetes keringatnya, semoga ayah selalu dalam lindungan Allah. *peluk jarak jauh untuk ayah, terima kasih karena ayah telah menjadi ayah yang terbaik untuk kami, terima kasih untuk semua cinta yang telah ayah curahkan untuk kami, Ayah yang terhebat!


P.s Gambar dari google


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moisture White Shiso™ BB Serum Inside Review

[TUTORIAL] CARA MEMBUAT HEADER BLOG TANPA PHOTOSHOP

Cara membuat quote atau meme dengan Pixteller